Jadi Orang Gede Menyenangkan, Tapi Susah Dijalani (Indie+)
Bertambahnya usia adalah suatu keniscayaan. Tidak ada yang mampu menghindarinya. Dan pastinya tidak ada yang pernah mau bertahan di usia yang sama. Selalu ada hal baru dan menarik untuk kita ketahui disetiap bilangan usia kita. fase bayi, balita, kanak - kanak, remaja, dewasa, tua dan kematian akan kita rasakan bersama (Tapi Bersama Tak harus Sama.. Pernah dengar Quote ini tapi lupa dimana)..
Hmmm.. Karena diantara kita tidak ada yang tahu rahasia usia. Apakah kita akan hidup 1000 tahun lamanya ??? ( Ehm.. Ehm.. Test.. Test.. 123.. "Walaupun hidup 1000 tahun, Kalau tak sembahyang apa gunanya"). Rasa - rasanya mustahil. Karena bisa kita bayangkan jika usia kita sampai seribu tahun!!! Rambut bukan lagi memutih tapi menghijau (lantas grup band "Hijau Daun" pun berubah nama menjadi "Hijau Rambut"), Kantung Mata kita punya Kantung Mata (Sama kayak kondisi Squidward Tentacles yang diberi jam kerja 23 jam sehari oleh Mr Krabs), dan pasti banyak fenomena aneh lainnya yang sangat tragis untuk diceritakan..
Lakon hidup manusia bermacam - macam. Dulu kita pernah berperan sebagai seorang bayi. Lahir dari rahim ibu kita dan tumbuh sebesar - besar nya (bukan karena lama berendam di minyak tanah ya.. Hehe). Tanpa kita sadari dan memang kita tidak pernah sadar kenapa sekarang kita bisa sebesar ini (Gak ada yang punya rekaman CCTV nya kan...).
Lewat dari fase bayi yang menggemaskan, lantas kita masuk ke fase balita. Di fase inilah keunikan dan kejutan - kejutan mulai terjadi. Mulai dari celotehan kata - kata yang mengalir keluar dari mulut kita dengan sendirinya. Tak jelas barisan hurupnya tapi dapat mengundang tawa. Hal aneh yang pertama kali kita ciptakan dan pastinya menyenangkan bagi orang disekeliling kita. Tak puas berkata - kata, kita pun memulai langkah pertama kita Walaupun kita tak pernah tahu dimanakah akhir dari langkah kita itu.
Dan masa kanak - kanak pun datang menghampiri. Dengan segenap jiwa raga, kita menyongsong saat yang paling ditunggu - tunggu. Masuk Sekolah. Disini pertama kali kita dikenalkan dengan pergaulan. Ada yang memulainya dari TK ataupun langsung ke SD.
Kita tinggalkan masa kanak - kanak. Masa yang panjang dengan banyak sekali pernak pernik menarik didalamnya. Apalagi ketika lebaran (kantong tebal dan didahului dengan muka tebal.. baca: malu-maluin). Kita beralih ke masa pencarian jati diri (kata sebagian dari mereka). Yaaa. Masa remaja. Masa yang harus benar - benar di pilah keberlangsungannya. Salah ambil jalan maka fatal akibatnya. Ada yang sengaja menampakkan jati dirinya dengan cara yang wajar (Semisal ikut kegiatan positif seperti organisasi pelajar, seni ataupun lainnya). Tapi tak sedikit yang melaluinya dengan cara yang aneh bin nekat (semisal merokok, tawuran, narkoba, sex bebas ataupun lainnya). Filter yang paling utama untuk masa yang rentan ini adalah faktor keluarga (lebih tepatnya lagi orang tua). Ketika orang tua membiarkan anaknya (bahkan cenderung membenarkan prilaku sang anak), maka akan kita dapati generasi yang rusak serusak-rusaknya. Filter lain yang tak kalah pentingnya dari orang tua adalah lingkungan sekitar. Faktor teman, kemajuan zaman, akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan generasi yang lurus akhlak dan kepribadiannya. Tidak bisa kita pungkiri bahwa orang tua saat ini tidak bisa mengontrol anak nya 100 % ketika sudah berada di luar rumah. Banyak alasan yang muncul. Mulai dari sibuk dengan pekerjaan, membereskan rumah, menggosip sampai pada alasan klasik di anak (Akuuu bukan anak kecil lagi maaaaakk,, gak perlu di awasi terus. "begitu kira - kira").
Di wilayah ini, 100% kendali moral ada di tangan orang - orang yang ada di sekitar remaja tersebut. Banyak sekali kegiatan positif yang bisa dilakukan para remaja di sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggalnya. Disekolah misalnya, ada organisasi ekstrakurikuler pengembangan diri seperti ROHIS, Seni Budaya, IT, Kepramukaan dll. Dilingkungan tempat tinggal nya, ada Remaja Mesjid, Karang Taruna, dll. Keikutsertaan dalam kegiatan itu dapat meminimalisir waktu yang terbuang percuma yang nantinya juga dipergunakan untuk hal - hal yang tidak bermanfaat jika tidak di kelola dengan baik.
Dan di fase inilah sebenarnya seorang remaja diharuskan untuk belajar melihat kondisi masa depannya. Masa depan yang tidak terikat pada kondisi apapun kecuali dirinya sendiri. Dan yang pasti harus ada orang - orang yang dengan bijak dapat membantu mengarahkannya. Ingat bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari kanak - kanak ke dewasa. Usianya saja yang sudah mendekati dewasa. Namun terkadang prilaku kekanak-kanakannya masih cukup kelihatan.
Bergerak dari fase ini, kita melompat jauh ke fase paripurna kehidupan kita. FASE GEDE (DEWASA).
Jadi orang gede itu menyenangkan. Dapat berbuat sesuka hatinya (Dengan dalil "dalih" yang dimilikinya), dapat mendoktrin yang lebih muda dengan doktrin positif (tapi tidak jarang, justru mendoktrin dengan hal - hal yang negatif.. semisal orang - orang liberal yang dengan bebas kebablasan menafsirkan apa saja yang dipikirkannya).
Jadi orang gede itu menyenangkan, tapi sejatinya sangat susah untuk dijalani. Banyak rutinitas dan hal baru yang tak terpikirkan sebelumnya oleh para remaja, yang harus mereka lakukan ketika memasuki masa dewasa. Dan di masa dewasa pula, mereka harus lebih serius dalam menanggapi tiap persoalan hidup yang mereka lalui. Tidak ada kata coba - coba disini. Karena salah mencoba maka fatal kelanjutannya.
Jadi orang gede itu penuh dengan pernak - pernik misterius yang mereka sendiri bingung untuk menyelesaikannya. Ada yang kesan nya sangat rahasia (misalnya masalah rumah tangga atau kebimbangan karena belum mendapatkan jodoh). Bahkan ada pula yang sifatnya sangat terbuka.
Jadi orang gede itu menyenangkan. Dengan segala kedewasaannya, mereka dapat dengan mudah mempengaruhi orang lain dengan gaya nya yang khas. Bahkan punya 1000 wajah berbeda di setiap kesempatan.
Maka dari itu, filter diri ketika remaja sangat mempengaruhi keputusan hidup yang diambil ketika memasuki masa dewasa.
SEKALI LAGI. SALAH MERENCANAKAN BERARTI SAMA HALNYA DENGAN MERENCANAKAN SEBUAH KESALAHAN
SEKALI LAGI. SALAH MERENCANAKAN BERARTI SAMA HALNYA DENGAN MERENCANAKAN SEBUAH KESALAHAN

bagus tulisannya...
BalasHapusizin share ya???
Oke Silahkan... Semoga BerManfaat Ya Artikelnya...
Hapus