Sabtu, 09 Maret 2013

Manajemen Bingung

Siapa yang tak pernah bingung. Setiap manusia yang (pernah) hidup pasti pernah merasakan sesuatu yang bernama bingung. Hal wajar yang pasti pernah dialami oleh siapa saja. Tua muda, kaya miskin, cantik ganteng, kurus gemuk, anak-anak orang dewasa. Semua pernah...

Bingung nya pun bermacam-macam penyebabnya. Dari mulai bingung memilih tempat belajar, bingung memilih makanan, bingung memilih teman, bingung memilih pasangan, bingung memilih pekerjaan, sampai bingung mau tidur dimana (kalau yang terakhir ini kayaknya baru diusir dari rumah... hehehe)

Bingung pun ada kelas-kelasnya. Bingung kelas amatir, bingung kelas sedang dan bingung kelas berat.
1. Bingung kelas amatir. Biasanya ditujukan untuk segmen balita dan anak-anak. Masalah yang dibingungkan pun hal yang sepele. Misalnya bingung memilih makanan (jajanan), bingung ketika bangun tidur dan mamaknya gak ada disampingnya dan lain lain. kondisi kebingungan yang sangat mendasar dan mudah dicarikan solusinya.

2. Bingung kelas sedang. Yang ini untuk yang baru menginjak masa remaja. Bahasa keren nya "GALAU". Menyibukkan diri sendiri. Bahkan bingungnya SENGAJA DICIPTAKAN TAPI SUSAH DIMUSNAHKAN.. Bingungnya pun musiman.. Datang Tak Diundang, pulang minta diantar... Hehehe..

Misalnya bingung pilih gaya rambut atau berpakaian, bingung dengan status facebook atau tweet teman yang sedikit melenceng dari tren pembicaraan saat itu (ujung - ujungnya jadi ngegosip.. Heheh), bingung memilih kegiatan, sampai bingung dalam memilih jawaban soal ujian yang paling benar (sangkin banyaknya kumpulan jawaban nyasar dari teman sekelas... hehehe)

3. Bingung kelas berat. Yang ini untuk kalangan atas (maksudnya yang umurnya sudah diatas / sudah dewasa). Bingungnya pun lumayan elegan. Tak kelihatan tapi bisa dirasakan... (Mirip... (maaf) kentut... Tak terlihat tapi bisa dirasakan kehadirannya).. Misalnya bingung menentukan istri/suami, bingung dengan keputusan sepihak bos dikantor, bingung dengan diri sendiri (Nah... ini yang seru... Bingung kenapa dia bisa bingung)

Dari hal ini bisa simpulkan bahwa bingung seakan sudah jadi tradisi dan "kebutuhan" kita..
"Tidak ada bingung, TIDAK BAIK" (kayak iklan larutan penyegar cap badak)
"Lebih BINGUNG, lebih baik" (slogan jusuf kalla)
"Sekarang Zamannya suka bingung" (Iklan Sossis "Dedy Mizwar")

Sampai akhirnya Partai Demokrat berkata "Katakan Tidak Pada Bingung"

Bingung pun sekarang bukan hanya menyerang masyarakat biasa. Elite partai, pengusaha, pejabat publik, bahkan presiden sekalipun jadi bingung.. BINGUNG BERJAMA'AH..

Lantas dimana akar permasalahannya....????

Ketidakmaksimalan seseorang ketika berencana, akan memperbesar peluang munculnya kebingungan... Seperti yang kita ketahui bahwa perencanaan adalah awal bagi kita untuk mulai bertindak.. Rencana yang matang akan membuat kita percaya diri dalam menjalankan keputusan yang kita buat ketika berencana... Faktor besar ini tidak bisa dianggap sepele... Banyak orang yang punya banyak mimpi besar tetapi cenderung bingung ketika harus menentukan prioritas pilihan yang harus didahulukan... Oleh sebab itu, perlu perencanaan yang matang untuk setiap keputusan yang kita ambil.. Jangan sampai kita terjebak oleh keinginan kita sendiri dan akhirnya gagal dengan keputusan yang kita ambil...

Selanjutnya dalam hal mengambil keputusan.. Banyak dari kita yang sudah matang dalam berencana tapi gagal dalam mengambil keputusan.. Banyak faktor X nya... Dari ketidakyakinan dengan rencana yang sudah dirancang, tidak percaya dengan kemampuan sendiri, dan yang lebih parahnya terpengaruh dengan orang lain...

Yang terakhir adalah tidak berani mengambil resiko dengan apa yang akan diputuskan... resiko dalam tiap keputusan pasti ada.. Dari yang bagus sampai yang jelek sekalipun.. Resiko itu tidak bisa dihindari.. Jangan sampai ketidakyakinan kita mendominasi kebingungan dalam diri kita...

Untuk itu, sebelum rasa bingung singgah di diri kita maka kita harus bisa menghindarkan diri kita dari hal - hal tersebut... Solusi nya ada pada diri kita... Kemauan kita untuk fokus dalam tiap apa yang kita rencanakan dan akan kita ambil keputusannya, akan meminimalisir faktor kebingungan dalam hati kita...

Sekali lagi... Bingung itu wajar.. Tapi, akan menjadi tidak wajar jika kita betah berlama-lama ada di antara rasa bingung yang kita ciptakan sendiri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berpendapat dengan bijak dan jauhi kata-kata yang tidak berguna.